Sejarah Pondok Pesantren Putri Al-Lathifiyyah 2

admin
min read
Sejarah Pondok Pesantren Putri Al-Lathifiyyah 2

Pondok Pesantren Putri Al Lathifiyyah  merupakan pondok pesantren putri pertama yang ada di lingkungan pondok pesantren Bahru Ulum. Keberadaannya pada masa awal abad 20, tidak lepas dari peran K.H. Abd. Wahab Hasbulloh. Semasa Nyai Lathifah aktif membantu Kyai Wahab Hasbulloh dalam menangani pesantren Tambakberas. Masyarakat sekitar Tambakberas yang berjumlah kurang lebih 15 orang belajar kepada Nyai Lathifah. Maka dibimbingnya masyarakat putri tersebut di rumah beliau, kemudian untuk menghimpun belajarnya maka atas inisiatif dari Kyai Wahab Hasbullah, di masa itu dibangun surau putri Tambakberas. Setelah wafatnya Kyai Hasbullah, kepemimpinan pondok pesantren Tambakberas diteruskan oleh Kyai Wahab. Sekitar tahun 1942, Nyai Lathifah wafat, kepemimpinan dilanjutkan Ibu Nyai Wahab (Bu Nyai Rohmah), kemudian dibangun kamar kamar dan tidak lama surau itu dinamakan Pondok Pesantren Putri Al Lathifiyyah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

Dalam mengasuh santrinya ibu Nyai Wahab didampingi putra putrinya, salah satu putri dan menantu beliau adalah ibu Nyai Mundjidah Wahab dan Kyai Imam Asy’ari Muhsin yang selama bertahun tahun ikut mengembangkan pondok pesantren putri Al Lathifiyyah.

Pada tahun 1981, Kyai Imam Asy’ari Muhsin beserta keluarga menempati rumah yang terletak di sebelah barat (dekat jalan raya). Dan pada waktu itu telah berdiri asrama mahasiswa yang sekarang berkembang menjadi pondok pesantren Al Wahabiyyah, dan tahun 1990-1991 ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab beserta Kyai H. Imam Asy’ari Muhsin telah mendirikan pondok pesantren putri Al Lathifiyyah 2 yang merupakan pengembangan dari pondok pesantren putri Al Lathifiyyah 1 yang bertujuan untuk membentuk masyarakat putri dalam menuju kesempurnaan pendidikan agama serta bertujuan untuk membentuk masyarakat dan pemerintah dalam pendidikan formal maupun non formal menuju upaya mencerdaskan bangsa melalui pendidikan dan kemasyarakatan, membentuk manusia berilmu, beramal, dan bertaqwa pada Allah SWT. Dengan bermodal 60 santri pondok pesantren putri Al Lathifiyyah 2 hingga saat ini memiliki 200 santri sekitar 30 ustad ustadzah. Setelah Kyai H. Imam Asy’ari Muhsin wafat tahun 1996, kepemimpinan pondok pesantren putri Al Lathifiyyah 2 sepenuhnya dipegang oleh ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab dan dibantu atau didampingi putra putri beliau. Pada tahun 1996/1997 didirikanlah MDA  Al Asy’ariyah.

Tags Terkait: #Sejarah

Bagikan Artikel

Bantu sebarkan informasi ini

Link berhasil disalin